HomeNasionalPakar Singgung Proyek Boros Satelit Kominfo yang Disentil BPK

Pakar Singgung Proyek Boros Satelit Kominfo yang Disentil BPK

Channel Batam – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pemborosan anggaran satelit di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2020.

Mengutip dokumen BPK, Rabu (14/7), pemborosan terjadi karena Kominfo belum menggunakan satelit yang telah disewa dengan nilai Rp98,2 miliar. Selain itu, pemesanan layanan cloud dengan spesifikasi dan kapasitas yang melebihi kebutuhan sebesar Rp5,39 miliar.

Pakar kebijakan publik Alamsyah Saragih menilai Kominfo harus segera mengevaluasi dan menghentikan sejumlah proyek yang boros dan bermasalah.

Alamsyah meminta proyek pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) dihentikan. Layanan cloud seharga Rp5,39 M yang dipesan Kominfo di tahun 2020 ternyata memiliki spesifikasi dan kapasitas yang jauh di atas kebutuhan.

Kapasitas cloud itu, kata dia, harus dioptimalkan terlebih dahulu oleh Kominfo. Jika Kominfo membangun PDN yang baru, sudah bisa dipastikan over investment dan overcapacity yang saat ini sedang terjadi akan semakin membesar.

“Pembangunan Pusat Data Nasional dan manfaatkan dulu kapasitas cloud yang telah disewa. Jika kebutuhan meningkat, Kominfo dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan penyedia data center nasional,” kata Alamsyah lewat keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (23/7).

Bukan hanya itu, BPK juga menemukan masalah terkait pengerjaan proyek Palapa Ring Timur. Salah satunya BPK menyebut utilisasi Palapa Ring masih rendah.

Karena masih rendah, Alamsyah menilai Satuan Pengawasan Internasl (SPI) bisa meminta agar Kominfo memanfaatkan dan mengoptimalkan Palapa Ring yang sudah dibangun, serta mengevaluasi rencana peluncuran satelit multi-fungsi SATRIA yang dinilai boros.

“Satelit SATRIA, belum menjadi prioritas dan bisa ditunda. Kominfo seharusnya memanfaatkan terlebih dahulu kapasitas Palapa Ring,” kata Alamsyah.

spot_img
spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait