HomeNasionalKorban Kecelakaan Disebut Pasien Covid-19, Keluarga Lapor ke Polisi

Korban Kecelakaan Disebut Pasien Covid-19, Keluarga Lapor ke Polisi

Channel Batam – Keluarga Terisno (37), korban kecelakaan yang meninggal dunia di RSUD Indrasari Kabupaten Indragiri Hulu membuat surat pengaduan ke Polda Riau. Mereka merasa Terisno sebagai pasien korban kecelakaan ditelantarkan hingga meninggal dunia.

Pengaduan itu dibuat Abdul Jamal sebagai keluarga almarhum Terisno bersama pengacaranya Suriyadi dan Hafiz Iskandar.

“Kita sudah laporkan ke Polda Riau tentang permasalahan ini. Kami melaporkan adanya beberapa perbuatan tindak pidana, antara lain dugaan tindak pidana penelantaran pasien hingga meninggal dunia,” kata Suriyadi kepada dikutip dari merdeka.com di Pekanbaru, Jumat (23/7).

Suriyadi juga menduga adanya pemalsuan identitas pasien Covid-19, serta dugaan tindak pidana tidak transparansinya pihak rumah sakit terhadap rekam medis pasien.

“Kenapa kita bilang dugaan pemalsuan identitas, karena korban ini disebut sebabai pasien Covid-19 tanpa ada rekam medisnya. Seharusnya ada surat hasil tes swab PCR jika memang dia positif Covid-19. Tapi mereka tidak bisa menunjukkan surat itu,” tegas Suriyadi.

Surat pengaduan itu ditandatangani Kepala SPKT Polda Riau. Kemudian, aduan itu disampaikan ke Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang diterima bagian Sekretariat Umum, ditandatangani Bripka Vicky.

Terisno mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis 1 Juli 2021 sekitar pukul 19.05 WIB di Jalan Lintas Timur Pasar Belilas, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Saat itu, Terisno mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan pemotor bernama Misdi yang berboncengan dengan Ahmad.

Suriyadi mengatakan, usai kecelakaan, Terisno mengalami luka berat lalu dibawa ke sebuah klinik pada pukul 19.30 WIB.

“Sampai di klinik Muizzah, korban almarhum Terisno tidak langsung dilakukan tindakan oleh tim medis klinik itu. Bahkan, korban dibiarkan begitu saja selama berjam-jam. Penanganan medis hanya dilakukan Klinik Muizzah dengan membersihkan wajah korban yang berlumuran darah serta pemasangan alat bantu oksigen, itupun tidak lama,” beber Suriyadi.

spot_img
spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait