HomeNasionalSapi Limosin Jokowi Dijaga 6 Petugas Khusus selama 24 Jam

Sapi Limosin Jokowi Dijaga 6 Petugas Khusus selama 24 Jam

Channel Batam – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengurbankan sapi di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Sapi berjenis limosin yang dibeli dari peternak asal Probolinggo, Dandy Narindra Prabowo itu kini dijaga 6 orang petugas khusus.

“Secara bergantian, mereka akan menjaga sapi selama 24 jam. Tugasnya bagaimana sapi merasa nyaman dan bahagia sebelum disembelih,” kata Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Helmy Muhammad Noor, Senin (19/7/2021).

Sapi Jokowi dengan berat 1.242 kilogram atau lebih dari 1,2 ton itu tiba di halaman Masjid Nasional Al-Akbar dan rencananya akan disembelih pada H+1 Hari Raya Iduladha, Rabu (21/7/2021).

Selain di Jatim, sapi sumbangan dari Jokowi juga diserahkan ke Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Minggu (18/7), dan akan disembelih di Aceh Besar.

Sapi berjenis Simental Cross Angus yang berasal dari peternak Aceh Besar di Gampong Cot Mancang itu memiliki berat 1.021 kilogram atau 1,02 ton.

“Semoga daging kurban ini bisa menjadi penyemangat bagi saudara kita yang membutuhkan dan menjadi semarak perayaan Hari Raya Idul Adha ini,” kata Nova.

Soal alasan pemilihan Aceh Besar, Nova menyebut itu lantara Gampong Lamkleng Kuta Cot Glie, Aceh Besar, sempat terkena bencana.

“Saya tergerak untuk memberikannya kepada Aceh Besar, apalagi saat itu sedang mengunjungi masyarakat yang dilanda bencana,” kata Gubernur.

Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur membolehkan mobil pengangkut hewan kurban untuk melintasi penyekatan dengan syarat sopirnya membawa surat bebas Covid-19 atau sertifikat vaksinasi.

“Angkutan kurban masih boleh melintas penyekatan. Tapi harus bebas Covid-19 atau sudah vaksin,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, Minggu (18/7).

Khusus sertifikat vaksinasi dan surat bebas COVID-19, Polda Jatim akan mengacu Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021.

Permintaan hewan kurban saat ini disebut turun 10 persen di Jawa dan 5 persen di luar Jawa di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) darurat.

“Permintaan [hewan kurban] setiap daerah itu bervariasi, seperti di Jawa itu ada penurunan sekitar 10 persen dan di luar Jawa penurunan permintaan sekitar 5 persen,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, saat meninjau Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Makassar, Minggu (18/7).

“Ini kan belum waktunya, pada saat kita cek permintaan yang belum masuk kurang 10 persen, seperti tahun lalu. Di Sulawesi Selatan, terkhusus di Makassar ketersediaan hewan kurban ternyata cukup,” jelasnya.

spot_img
spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait