HomePolitikFraksi Golkar Kepri Dukung Jabatan Ex Officio BP Batam Dicopot dari Wako...

Fraksi Golkar Kepri Dukung Jabatan Ex Officio BP Batam Dicopot dari Wako Rudi

Channel Batam – Fraksi Golkar DPRD Provinsi Kepri mendukung penuh penolakan jabatan Ex Officio BP Batam oleh DPRD Provinsi Kepri yang ditandatangani langsung Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak.

Polemik di DPRD Provinsi Kepulauan Riau terkait surat yang ditandatangani Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 22 April 2021 yang lalu perihal jabatan Ex-officio Kepala BP Batam.

Setelah mendapat penolakan dan klarifikasi keberatan hingga tudingan mall administrasi oleh Ketua hingga anggota fraksi dari Partai Nasdem di DPRD Provinsi Kepri, dukungan datang dari Fraksi Partai Golkar.

Teddy Jun Askara atau yang familiar disapa TJA selaku Ketua Fraksi Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan, dukungan terbuka kepada Jumaga selaku Ketua DPRD Prov Kepri atas surat yang dilayangkan kepada Presiden R.I Jokowi pada 22 April 2021 yang lalu perihal mencabutan wewenang jabatan Walikota Batam selaku Ex Officio Kepala BP Batam.

Lebih lanjut TJA Menyampaikan bahwa dukungan Fraksi Partai Golkar kepada Ketua DPRD Provinsi Kepri atas surat tersebut bukan karna HM Rudi tidak berasal dari Partai Golkar. “Tapi lebih untuk kemaslahatan rakyat secara luas dalam dimensi ekonomi yang harus kita kedepankan,” ucapnya.

Lebih lanjut TJA mengatakan bahwa surat dari DPRD Provinsi Kepri yang di tandatangani Ketua DPRD Provinsi Kepri sangat berdasarkan fakta-fakta di lapangan mulai dari pantauan investasi dan loncatan ekonomi yang justru mundur.

“Surat tersebut hasil dari mendengarkan aspirasi para pelaku usaha, yang mana seluruh Assosiasi dan Himpunan pengusaha bahkan sudah lebih dahulu menyurati Presiden R.I secara tegas menolak jabatan ex Officio Kepala BP Batam, ini pendapat para pengusaha clear bukan karna kepentingan Partai tertentu, maka saya atas nama Ketua Fraksi Partai Golkar Prov Kepri mendukung penuh bahkan akan mengawal aspirasi tersebut sampai goal,” tegasnya.

Terpisah, Rizki Faisal selaku anggota DPRD Provinsi Kepri yang juga merupakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri mengungkapkan hal senada.

“Bicara Badan Kawasan adalah bicara Wilayah Batam Bintan Karimun secara keseluruhan. PP Nomor 41 Th 2021 juga sudah lahir yang fokusnya bicara pada tatanan kebijakan yang jauh lebih besar yakni tentang Penggabungan BP Kawasan Batam Bintan dan Karimun yang bertujuan untuk mempercepat loncatan ekonomi, bukan dimensi teritori Batam semata,” ujarnya.

Lebih lanjut Rizki menyampaikan, jika targetnya mempercepat loncatan ekonomi sesuai cita-cita Presiden Jokowi.

“Untuk jabatan BP Kasawan Batam Bintan Karimun harus di pegang oleh figur-figur yang Professional dan bisa mensinergikan tiga wilayah tersebut (Batam, Bintan, Karimun) bukan kebijakan yang terpisah-pisah, apalagi sampai melahirkan raja-raja kecil yang merasa kekuasaannya di daerah tak terbatas, lebih parah lagi jika dari figur Politik, hal ini penting saya sampaikan ntuk menghindari gesekan-gesekan politik bahkan tumpang tindih kepentingan-kepentingan politik, bahkan bagi-bagi kue hasil kekuasaan secara tidak professional,” tukasnya.

Ke depan, dikatakan Rizky jika kekuasaan ex efficio sudah dicabut BP Batam harus mulai berbenah.

“Mulai dari target dan telaah kerja agar tidak tumpang tindih, mau jadi pengusaha atau mau melahirkan dan mendorong pengusaha untuk lahir, targetnya harus berubah dari sekedar angka-angka perolehan untuk tambahan devisa menjadi angka-angka investasi, ini penting agar BP Batam tidak kehilangan arah seperti saat ini, harusnya mendorong lahirnya investasi dari berbagai pengusaha malah ribut dan kucing-kucingan dengan pengusaha,” tutup Rizki Faisal. (joe)

spot_img
spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait