HomeEkbisBBK Murah, Batam Bintan Karimun Mudah dan Ramah

BBK Murah, Batam Bintan Karimun Mudah dan Ramah

Oleh:
Indra Aria Raharja, S.H., M.Kn.
Advokat dan Praktisi Hukum berdomisili di Batam

 

Program BBK MURAH (Batam, Bintan, Karimun Mudah dan Ramah) merupakan suatu program unggulan yang diusung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kepulauan Riau dan telah diresmikan oleh Menteri Kemenko Perekonomian Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU. pada tanggal 26 September 2020 di Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelum jauh membahas mengenai program KADIN Kepri bertajuk BBK MURAH, sebagai intermezo terlebih dahulu mari kita ketahui bersama mengenai KADIN itu sendiri. KADIN merupakan wadah bagi para pengusaha di Negara Republik Indonesia yang didirikan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri yang diundangkan pada tanggal 28 Januari 1987.

Tujuan utama pendirian KADIN ialah untuk membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha dalam kedudukan sebagai pelaku-pelaku ekonomi nasional guna mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib serta menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya secara efektif dalam pembangunan nasional. KADIN sendiri tersebar pada tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

KADIN merupakan organisasi yang bersifat mandiri dan tentunya bukan organisasi pemerintah maupun organisasi politik serta dalam melakukan kegiatannya tidak mencari keuntungan, sehingga KADIN bukan regulator yang berhak dan berwenang melahirkan suatu aturan / payung hukum, melainkan untuk memberi ide, gagasan dan wacana-wacana kepada Pemerintah yang selanjutnya Pemerintah itu sendiri yang melahirkan regulasi dan payung hukumnya.

Dalam situasi ekonomi yang serba tidak pasti ini dan ditambah lagi pandemic Covid-19 yang tidak berkesudahan, KADIN Kepri perlu melakukan suatu inovasi yang “out of the box” untuk bisa menarik investor terutama dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia khususnya di Batam, Bintan dan Karimun mengingat Batam, Bintan dan Karimun telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Batam ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, sedangkan Bintan ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan, dan Karimun ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun. Hal ini sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo agar kita semua bisa berperan serta dalam pembangunan ekonomi melalui pola pikir yang “out of the box”.

Kembali ke bahasan tentang program KADIN Kepri yang bertajuk BBK Murah. Membaca kata Murah tentu banyak orang mengartikannya secara harfiah yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi 2008, hal. 985 berarti “lebih rendah dari harga yang dianggap berlaku di pasaran”, padahal sesungguhnya kata “MURAH” dalam tajuk program BBK MURAH merupakan akronim dari “Mudah dan Ramah”. Mudah dan Ramah yang dimaksudkan disini memiliki makna dan tujuan yang pada pokoknya adalah memberikan suatu kemudahan dalam melakukan tindakan proses investasi “from a to z” yang tentunya melalui suatu pelayanan yang ramah dari stakeholder di Batam, Bintan dan Karimun sebagai daerah destinasi investasi sehingga diharapkan nantinya dapat memperbaiki stigma Indonesia terkait birokrasi dan perijinan investasi yang terkenal rumit dan lama.

Penulis yakini, KADIN Kepri selaku penggagas dari program BBK Murah sudah memiliki rancangan, pointers dan tata konsep tentang bagaimana sebaiknya program BBK Murah ini dapat terealisasi dengan baik dan bukan hanya merupakan suatu retorika atau jargon semata.

Tentu merupakan pekerjaan rumah yang tidak gampang bagi KADIN Kepri untuk bisa mewujudkan program BBK Murah ini akan tetapi terobosan-terobosan yang “out of the box” ini harus dimulai dari sekarang.

Program BBK Murah ini merupakan suatu strategi pemasaran (marketing purpose) guna menarik perhatian bagi investor, sehingga idealnya tajuk, slogan, tagline, punchline, maupun jargon dari suatu program maupun produk tidak dimaknai dengan penafsiran-penafsiran hukum karena akan menghilangkan nilai estetika dan keunikan dari suatu proses pemasaran tersebut.

Dalam program BBK Murah untuk tidak ditafsirkan dengan pola a contrario sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan dugaan yang tidak perlu, apalagi dipolitisir ke ranah politik atau kepentingan golongan tertentu / pribadi karena pada hakikatnya penggunaan tajuk Murah dalam program BBK Murah suatu slogan yang menarik dan bisa mengambil perhatian investor baik dalam dan luar negeri.

Di masa yang sulit ini sudah bukan jamannya untuk berkomentar-berkomentar yang tanpa arah dan solusi apalagi jika sampai mepolitisir ke ranah politik, golongan tertentu atau pribadi. Sekarang sudah waktunya untuk melakukan inovasi-inovasi “out of the box” yang yang sifatnya riil dan dapat terwujud.

Tulisan ini didasari ulasan yang objektif dan merupakan bagian antitesis dari tulisan berjudul “BBK Murah: Halusinasi atau Gagasan yang Perlu Pijakan Regulasi” pada surat kabar harian Batam Pos yang terbit tanggal 14 April 2021 oleh Dr. Ampuan Situmeang, S.H., M.H., Peneliti/Praktisi, Akademisi Hukum di Batam sekaligus Wakil Dewan Pertimbangan KADIN Batam. (*)

spot_img
spot_img

Populer

News Update

Berita Terkait