Home Coronavirus UDD PMI Batam Terima Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19

UDD PMI Batam Terima Donor Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19

Channel Batam – Terapi plasma darah atau plasma konvalesen adalah salah satu metode pengobatan yang diberikan untuk pasien Covid-19 bergejala berat.

Kini layanan tersebut bisa dilakukan di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Batam. Prinsip dasar terapi ini adalah memberikan plasma darah yang dimiliki penyintas Covid-19 untuk kemudian diberikan kepada orang lain yang sedang menghadapi infeksi virus corona.

Dengan cara itu, antibodi yang ada dalam plasma penyintas Covid-19 bisa digunakan untuk membantu melawan infeksi yang sedang berjalan.

Guna memfasilitasi penyintas Covid-19 yang ingin menjadi donor plasma konvalesen, Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyiapkan sejumlah Unit Donor Darah (UDD) untuk menampung donor plasma konvalesens. Salah satunya di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Batam.

PMI Batam sendiri dalam broadcast pesan WhatsApp, yang dilihat Channel Batam, Senin (18/1/2021) menginformasikan jika saat ini UDD (Unit Donor Darah) PMI Kota Batam juga sudah bisa membuat Plasma Konvalesen untuk menolong pasien Covid 19 berat.

Dimohon kepada siapa saja yang baru sembuh dari infeksi Covid 19 minimal 14 hari SETELAH dinyatakan sembuh (discharge/ dipulangkan) bersedia memeriksakan darahnya ke UDD PMI Kota Batam, jika setelah diperiksa kadar antibodinya cukup maka diiminta keikhlasan nya untuk mendonorkan PLASMA DARAH nya saja (proses seperti Donor Apheresis Trombosit) agar bisa menolong pasien Covid 19 berat yang membutuhkan

“Setiap Antibodi Covid 19 yang didonorkan akan menolong nyawa penderita Covid 19 lain”

Untuk info lebih lengkap hub PMI” CP : dr Novia 0811631771, Mirza 081268023630, Pungki 081334245112,” tulis broadcast PMI Batam.

Syarat donor plasma konvalesen

Mengutip Kompas.com, 5 Desember 2020, Juru Bicara Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, tidak semua penyintas Covid-19 memenuhi syarat untuk dapat memberikan plasma darahnya sebagai bagian dari terapi plasma konvalesen.

Selain syarat kesehatan donor, seperti bebas dari penyakit infeksius, ada syarat tambahan yang harus dipenuhi oleh calon donor. “Harus terbukti memang, yang bersangkutan ini (calon donor) memiliki antibodi dalam jumlah cukup. Karena, tidak semua orang yang sembuh dari Covid-19 memiliki antibodi dalam jumlah yang cukup,” kata Tonang.

“Ada sebagian yang membentuk antibodi tetapi jumlahnya tidak cukup, artinya rendah. Bahkan ada sebagian lagi yang walaupun sudah sembuh dari Covid-19, tetapi tidak terdeteksi adanya antibodi. Ini alamiah, tidak hanya pada Covid-19 saja, penyakit lain juga terjadi,” imbuhnya.

Dia menyebut, ada dua syarat yang harus dipenuhi penyintas Covid-19 untuk donor plasma konvalesen, yaitu: Titer (kadar) antibodinya cukup (minimal 1/320) Daya netralisasi (kekuatan) antibodinya cukup (minimal 1/80) Tonang mengatakan, bila standar tersebut tidak terpenuhi, maka risiko yang jelas adalah terapi berujung tidak efektif.

“Risiko kedua, dapat terjadi ikatan antibodi non-spesifik, yang bisa memicu ADE (Antibody Dependent Enhancement) yang berisiko berat bagi pasiennya,” kata Tonang. (joe)

Populer

News Update

Berita Terkait